Sejarah Ilmu Hipnotis (#Basic 6)

Sejarah Ilmu Hipnotis

(sumber foto: wikipedia.org)

Untuk menjelaskan sejarah ilmu hipnotis ini, saya lebih cenderung menggunakan kata Hipnosis untuk menggantikan kata Ilmu Hipnotis. Untuk mengetahui perbedaan dan persamaannya silakan baca materi sebelumnya: Mengenal Istilah Hipnosis, Hipnotis, dan Hipnoterapi. Awal mula sejarah hipnosis bermula dari penggalian dan penelitian yang dilakukan oleh para ahli terhadap budaya masa lalu, baik budaya mesir kuno, budaya yunani, serta budaya kuno lainnya.

Pada budaya masa lalu terdapat banyak fenomena penyembuhan yang menggunakan sentuhan tangan, menggunakan musik, ataupun menggunakan mantra tertentu, ini merupakan bagian dari fenomena hipnosis. Fenomena sentuhan contohnya, sentuhan dari orang suci ataupun raja serta bangsawan bisa membuat orang yang disentuhnya sehat dan kehidupannya merasa diberkahi.

Fenomena Hipnosis yang berasal dari kepercayaan budaya masa lalu juga masih sangat kental dan banyak di Indonesia. Banyak kepercayaan seperti kalau sakti harus digosok oleh batu tertentu maka akan sembuh, harus berkorban ayam cemani hitam, dan hal lainnya. Atau untuk fenomena yang sempat menghebohkan adalah fenomena Ponari di Jombang yang air bekas celupan tangannya diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit, ini juga merupakan fenomena hipnosis!

Ketika ilmu pengetahuan mulai berkembang, maka orang-orang mulai penasaran dengan fenomena tersebut. Bagaimana bisa sebuah sentuhan dari orang yang dianggap suci bisa menyembuhkan! Penggalian keilmiahan hipnosis di Barat berawal dari pengembangan teknik dan teori dari fenomena-fenomena sentuhan bangsawan dan orang suci yang dapat menyembuhkan dan memberkahi hidup.

Pengembangan Ilmu Hipnotis Oleh Franz Anton Mezmer

Franz Anton Mesmer (sejarah ilmu hipnotis)

Franz Anton Mesmer (sumberfoto:wikipedia.org))

Orang pertama yang mengembangkan ilmu hipnotis/hipnosis adalah Franz Anton Mezmer (1734 – 1815). Tetapi saat itu hipnosis lebih dikenal dengan istilah Magnetism. Teori serta teknik yang dikembangkan pun berbeda dengan teknik serta teori hipnosis yang dipelajari sekarang. Pada saat itu lebih kepada usaha untuk mengungkap keilmiahan sentuhan tangan yang dapat menyembuhkan. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa hal ini merupakan cikal bakal dari ilmu hipnotis modern yang kita kenal sekarang.

Pada saat itu Mesmer mengamati para rohaniawan Jesuit, Father Hell, di Paris yang bisa menyembuhkan orang-orang sakit hanya dengan mengetukkan dengan pelan sebuha salib besi ke kepala orang yang sakit. Dari fenomena yang di lihat, akhirnya Mesmer mengembangkan teori Animal Magnetism, ia percaya bahwa di setiap tubuh manusa terdapat cairan universal.  Tersendatnya cairan universal inilah yang menyebabkan berbagai penyakit. Ketika cairan tersebut mengalir lancar, maka segala hal di tubuh akan berjalan normal dengan sempurna.

Ketika itu Mesmer mengklaim bahwa dirinya memiliki sebuah energi khusus. Ada energi magnet yang mengalir ke tubuhnya melalui sebuah tongkat ajaib. Iya memiliki keyakinan bahwa ia dapat menyembuhkan apapun dengan menggunakan magnet, dan metode penyembuhannya pada waktu itu sangat sukses. Kemudian Mesmer didiskreditkan pada tahun 1784 karena hasil penelitian French Academy of Medicine ( yang sebenarnya penelitian itu perintahkan oleh Mesmer untuk mempelajari metode penyembuhannya) menemukan fakta bahwa magnet tidak memberikan efek apapun.

Pengembangan Ilmu Hipnotis Oleh Marquis de Puysegur dan Jeseph Philippe Francois Deleuze

Marquis de Puysegur (Sejarah Ilmu Hipnotis)

Marquis de Puysegur (sumber foto: wikipedia.org)

Marquis de Puysegur (1781-1825) merupakan salah satu pengikut Mesmer. Ketika ia mempraktekan metode Mesmer pada seoang pengembala, dia menemukan sebuah fenomena yang belum pernah ditemukan oleh Mesmer. Pengembala yang dipengarhui magnet tidak hanya mengalami fenomena yang tidak biasa, tetapi dia juga tertidur lelap. Pada kondisi itu, pengembala tidak dapat membuka mata, kemudia bicaranya kurang jelas, tetapi bertingkah seolah-olah sadar. Puysegur menyebut kondisi itu dnegan artificial somnambulism. Sementara itu Jeseph Philippe Francois Deleuze (1753-1835) menemukan sebuah teori bahwa sugesti yang diberikan kepada subjek yang sedang trance terus terbawa hingga sasat subjek sadar.

Pengembangan Ilmu Hipnotis Oleh James Braid

James Braid (sejarah ilmu hipnotis)

James Braid (sumber foto: wikimedia.org)

Dari semua rangkaian sejarah magnetisme, James Braid (1796-1860) merupakan orang yang pertama menggunakan kata Hipnosis. Kata Hipnosis berasal dari bahasa Yunani, yaitu Hypnos yang berarti tidur karena James percaya bahwa itu adalah salah satu dari bentuk tidur. Kata Hipnosis inilah yang dikenal sampai sekarang. Kemudian ia mencoba memberi nama baru untuk magnetism, yaitu monodeism, walaupun pada akhirnya dia ragu terhadap teorinya sendiri bahwa hal tersebut salah satu dari bentuk tidur. Walaupun ia telah mempelajari bertahun-tahun teori Mesmer, namun pada akhirnya dia menolak teori Anima Magnetism yang diusung oleh Mesmer.

Karena Sejarah ilmu hipnotis terlalu panjang untuk dijadikan satu halaman, maka lanjutannya saya upload di halaman lain, silakan klik disini. Atau mungkin untuk yang pertamakali mengunjungi webiste belajar hipnotis ini, silakan baca panduan belajar hipnotis yang telah disediakan.

Leave a Reply